Pendidikan adalah menuntun, bukan menuntut.
Prinsip, keyakinan, dan nilai yang mendasari cara saya mengajar, ideologi yang saya bawa sepanjang perjalanan menjadi guru profesional.

Ki Hadjar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan adalah usaha menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Bagi saya, kalimat itu mengubah cara pandang: peran guru bukanlah mengisi gelas yang kosong, melainkan menuntun nyala yang sudah ada agar menyala lebih terang.
Keyakinan ini saya terjemahkan melalui sistem among dan tiga semboyan Ki Hadjar. Di depan, saya berusaha menjadi teladan, menunjukkan rasa ingin tahu dan etika dalam berteknologi. Di tengah, saya membangun semangat lewat kolaborasi seperti pair coding dan diskusi. Di belakang, saya memberi ruang bagi siswa untuk memimpin proses belajarnya sendiri, sembari terus mendorong dari kejauhan. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa: guru adalah fasilitator, bukan satu-satunya sumber pengetahuan.
Sebagai calon guru PPLG yang pastinya berkaitan di bidang teknologi, saya memaknai teknologi sebagai bagian dari kodrat zaman yang dibicarakan Ki Hadjar. Tugas saya bukan menjauhkan siswa dari teknologi, melainkan menuntun mereka memanfaatkannya secara kritis, kreatif, dan beretika. Inilah inti dari semangat merdeka belajar, memberi kebebasan yang bertanggung jawab, agar siswa tumbuh menjadi pembelajar yang mandiri dan adaptif.
Pada akhirnya, saya percaya bahwa proses belajar seorang guru tidak pernah selesai. Setiap kelas adalah ruang refleksi, setiap siswa adalah guru bagi saya. Filosofi inilah yang akan saya bawa: menuntun dengan empati, mengajar dengan keteladanan, dan terus belajar sepanjang hayat.
Tanggapan (0)
Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.