Ceritaku13 Oktober 2026

Dari Baris Kode ke Ruang Kelas: Cerita tentang Game yang Lahir dari Angka 11%

Berawal dari pre-test dengan ketuntasan hanya 11%, saya merancang game berbasis blok “Petualangan Logika Algoritma” untuk membantu siswa SMK membangun rasa percaya diri dalam memecahkan masalah algoritmik.

2 views· 0 tanggapan
Dari Baris Kode ke Ruang Kelas: Cerita tentang Game yang Lahir dari Angka 11%

Dari Baris Kode ke Ruang Kelas: Cerita tentang Game yang Lahir dari Angka 11%

Catatan Mengajar · Koding dan Kecerdasan Artifisial · Kelas XI · SMK Negeri 13 Bandung

Saya pernah duduk di bangku yang sama dengan siswa-siswa saya hari ini. Di SMKN 1 Cimahi, jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, saya belajar menulis kode pertama saya. Seorang guru RPL, Bu Dian, mengajarkan sesuatu yang baru saya pahami bertahun-tahun kemudian: disiplin dan dukungan bukan dua hal yang berlawanan. Guru yang baik tahu kapan harus menuntut, dan kapan harus menemani.

Setelah lulus, saya bekerja sebagai Odoo dan web developer. Di sana saya belajar bahwa menulis kode sebenarnya bukan soal menghafal sintaks, melainkan soal memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang masuk akal. Ketika akhirnya saya memilih kembali ke kelas lewat PPG di Universitas Pendidikan Indonesia, pelajaran itulah yang ingin saya bawa.

Angka yang membuat saya berhenti sejenak

Di awal praktik mengajar KKA di SMK Negeri 13 Bandung, saya memberikan pre-test tentang dasar-dasar algoritma. Hasilnya membuat saya terdiam: rata-rata nilai kelas sekitar 60, dan hanya sekitar 11% siswa yang mencapai ketuntasan.

Namun yang paling mengusik saya bukan nilainya. Dari angket motivasi ARCS, dimensi yang paling rendah adalah Confidence (rasa percaya diri), sekitar 73%. Artinya, banyak siswa sebenarnya bukan tidak mampu. Mereka merasa tidak mampu. Algoritma terdengar seperti sesuatu yang abstrak, kaku, dan “bukan untuk saya.”

Saya teringat diri saya sendiri saat pertama kali belajar logika pemrograman. Yang saya butuhkan waktu itu bukan penjelasan yang lebih panjang, tetapi kesempatan untuk mencoba, salah, dan mencoba lagi tanpa takut.

Membangun petualangan, bukan sekadar latihan soal

Dari situ lahir Petualangan Logika Algoritma, sebuah game berbasis blok yang saya kembangkan sendiri. Siswa tidak diminta menghafal definisi sequence, percabangan, atau perulangan. Mereka diminta membantu sebuah karakter sampai ke garis FINISH.

Game ini terdiri dari lima level yang dirancang bertahap:

Prinsip desainnya sederhana: biarkan masalahnya yang mengajar. Saya tidak menjelaskan mengapa perulangan dibutuhkan. Saya merancang situasi di mana siswa merasakan sendiri bahwa mereka membutuhkannya.

Menjadikannya penelitian

Agar tidak berhenti pada “sepertinya siswa senang”, saya menjadikan game ini bagian dari Penelitian Tindakan Kelas berjudul Game Petualangan Logika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Algoritmik. Penelitian ini menggunakan model Kemmis & McTaggart dalam tiga siklus: berpikir komputasional, dasar algoritma, dan pengenalan Python.

Yang saya pelajari, dan yang masih perlu diperbaiki

Yang berhasil: siswa mulai saling bertanya “kok punyamu berhasil?” Diskusi tumbuh dengan sendirinya, tanpa harus saya pancing.

Yang perlu diperbaiki: sebagian siswa menyerah di Level 2 sebelum mencoba berkali-kali. Game ini masih butuh petunjuk bertahap bagi yang macet.

Langkah berikutnya: menambahkan fitur petunjuk dan sesi refleksi singkat di akhir setiap level.

Penutup

Saya belajar bahwa mengajar mirip dengan menulis kode: versi pertama jarang sempurna. Yang penting adalah terus mengamati, mencatat, lalu memperbaiki. Game ini belum selesai, dan saya pun belum selesai belajar menjadi guru.

Tetapi kalau ada satu hal yang ingin saya jaga, itu adalah momen ketika seorang siswa yang tadinya berkata “saya nggak bisa coding” akhirnya membuat karakternya sampai ke FINISH, lalu tersenyum seolah berkata: ternyata saya bisa.

Terima kasih kepada guru pamong saya, Ibu Rita Hartati, S.Pd., M.T., atas bimbingannya selama praktik mengajar.

🎮 Coba game-nya: almarahmawt.github.io/game_algoritma

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.